Minggu, 28 Oktober 2018

Antuk Apa Kita Aidup

 


"Ustadz, untuk apa kita hidup? Bisa nggak kita minta: Nggak usah hidup, nggak usah ada surga, nggak usah ada neraka".

Ustadz menjawab lebih semangat, "Kau cari jembatan. Terjun dari atas. Mampus kau dalam neraka jahannam".

Jamaah membalas: "Insya Allah, Ustadz".

Jangan-jangan dia terjun beneran. Padahal jawaban itu ada di Surah pertama Juz 29, Surah Al-Mulk: "Dia yang menciptakan mati dan hidup untuk menguji kamu siapa yang paling baik amalnya".

Kita masih hidup sampai hari ini, bukan karena kita ingin, karena banyak sekali yang ingin hidup, tapi duluan mati.

Allah ingin kita beramal.

Sempat-sempatkan Dhuha sebelum pergi pagi.

Sempat-sempatkan shalawat dalam perjalanan.

Sempat-sempatkan shalat jamaah ke masjid.

Sempat-sempatkan baca Qur'an menjelang sholat, atau sesudah sholat.

Sempat-sempatkan ke warung ketika baru dapat duit, beli beras, gula, teh, roti, yang biasa kita makan, lalu sempat-sempatkan singgah ke rumah anak yatim, faqir miskin. Makanan itu lalu di leher kita, singgah pula di tenggorokan mereka.

Kalau rezeki berlebih, sempat-sempatkan mencari orang terlilit utang. Motor baru hilang, debt collector asik datang. Membuat masalah orang hilang, Allah buat kita senang.

Kalau nampak jam tangan harga 30 Juta, duit ada. Tahan selera. Yang sejuta pun jarumnya dua juga, fungsinya sama. Kadang kita aja rasa bangga, orang tengok tak apa-apa. Sisanya datang ke MDA, bayarkan gaji guru tertunda.

Itulah hidup.

Tapi jangan bangga dengan amal, karena neraka sudah mengenal, orang yang baik dan yang binal.

Jangan aniaya orang, jangan makan titik peluh. hidup singkat, bukan lama. Yang kaya-kaya dulu, mati.

Selasa, 25 September 2018

Ustadz Abdul Somad Tabligh Akbar di Sulawesi Tengah

 
SUBHANALLAH..
UAS di Masjid Agung palu SUL-TENG




Akhlak Ustadz Abdul Somad

 

Beginilah akhlak UAS
Rosululloh saw :

· لَيْسَ مِنَّا مَنْ لَمْ يُوَقِّرْ كَبِيرَنَا وَ يَرْحَمْ صَغِيرَنَا

“Tidak termasuk golongan kami orang yang tidak memuliakan orang yang lebih tua dan tidak menyayangi orang yang lebih muda.” ( HSR. Ahmad dan At-Tirmidzi )

Minggu, 23 September 2018

Safari Dakwah Ust. Abdul Somad di Papua Barat 2018

 

Oleh Ahmad Nausrau : Alhamdulillah safari dakwah Ust. Abdul Samad Batubara, LC., MA, yang jg merupakan senior kami di Univ. Al-Azhar, Cairo di Papua Barat sungguh menjadi salah satu tanda kebesaran Allah Swt dan menjadi momentum yg merekatkan ukhuwah islamiyah dan ukhuwah wataniyah antara semua komponen anak bangsa di daerah ini sekaligus menjadi media yg merekatkan hubungan antara Ulama', Umara' dan Ummat. 

Harapan akan kehadiran Da'i kondang yg lbh populer dg sebutan UAS ini spt magnet yg menghipnotis masyarakat untuk berduyun2 datang menyambut kehadiran beliau. Bahkan hal ini sdh terlihat sejak kedatangan Ust. Abdul Samad di Bandara DEO Sorong yg disambut dengan tarian adat layaknya seorang pejabat negara adalah bukti betapa masyarakat Papua Barat khususnya Ummat Islam sangat menghormati dan memuliakan Ulama. Penyambutan dan penerimaan masyarakat terhadap UAS di Kab. Raja Ampat juga tak kalah meriahnya. Seperti halnya di Kota Sorong,

kedatangan UAS di Kab. Raja Ampat disambut dengan prosesi adat dan pengalungan bunga serta diiringi group Hadrah dan dikawal ribuan Ummat Islam se Kab. Raja Ampat. Pengamanan dan Pengwalan terhadap UAS dilakukan langsung oleh Polres Kota Sorong dan Polres Raja Ampat yg didukung oleh Kodim setempat dg menyediakan sedikitnya dua unit mobil patwal yg selalu mengawal UAS kemanan pun beliau pergi adalah tanda lainnya betapa aparat keamanan kita sangat luar biasa ta'zdimnya kpd Ulama. Setelah istirahat sejenak di Villa, perjalanan UAS dilanjutkan ke Masjid Agung Waisai untuk mengisi Tausiyah dan Tabligh Akbar di halaman masjid tsb yg telah penuh dengan lautan manusia. Usai sholat magrib dan Isya' acara Tabligh Akbar dan Tausiyah digelar di halaman Mapolres Kab. Raja Ampat.

Subhanallah, tausiyah dan nasehat beliau sungguh menyejukkan hati spt embun di pagi hari. Pada keesokan harinya kami sarapan pagi di Retoran milik H. Abdul Faris Umlati, Bupati Raja Ampat sekaligus doa syukur yg dipimpin UAS krn ternyata Restoran tsb baru selesai dibangun dan diresmikan penggunaannya. Acara dilanjutkan dg Peletakan Batu Pertama Pembangunan Masjid Al-Akbar Waisai Oleh UAS yg didahului dengan prosesi adat oleh tetua suku sbg wujud penghormatan krn beliau dianggap sebagai tamu istimewa.

Usai acara Kami pun menuju ke Dermaga dimana telah siap satu unit speedboat milik Pemda Kab. Raja Ampat yang akan mengantar kami ke PIAYNEMO salah satu spot wisata favorit di Raja Ampat. Subhanallah sungguh Indah ciptaan-Mu yaa Allah, disini kami menikmati pemandangan yang sangat indah diatas puncak bukit PIAYNEMO bersama seluruh rombongan dan diakhiri dengan kultum Ust. Abdul Samad sebelum akhirnya kami melanjutkan perjalanan kembali ke Kota Sorong. Insya Allah Malam ini Ust. Abdul Samad akan mengisi Tausiyah dan Tabligh Akbar di Halaman Mako Armada lll TNI AL di Kota Sorong sekaligus mengakhiri seluruh rangkaian Safari Dakwah UAS di Papua Barat. Raja Ampat, 23/09/2018.

























Ustadz Abdul Somad di Raja Ampat Papua

 
"Segenggam syurga jatuh ke bumi", begitu ungkapan Bupati Raja Ampat -Bapak Abdul Faris Umlati, SE- untuk menggambarkan keindahan alam Papua. Alhamdulillah bisa menjalin silaturrahim, merajut ukhuwwah Islamiyah dan kebhinekaan.

Papua Barat,
14 Muharram 1440
24 September 2018